Minggu, 14 Agustus 2016

REPRODUKSI SEL














Laporan Praktikum Biologi

REPRODUKSI SEL


Oleh:
Nama                           :Miswar Rahmad
NIM                            : 1205106010072
Kelompok                   : 1 (Satu)
Kelas                           : Jumat, (14.00)
Tanggal Percobaan      : 21 Oktober 2011






                                                                             Darussalam, 25 Oktober 2011
                                                                              Praktikan,


                                                                                 (Miswar Rahmad)

I.                   TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan, hewan dan manusia tumbuh dan berkembang karena sel-sel dalam tubuhnya terus menerus bertambah. Biji tumbuhan berkecambah, ditandai dengan munculnya akar primer, batang, dan daun pertama tumbuh dan semakin membesar disebabkan peningkatan jumlah sel. Luka pada tubuh dapat pulih seperti sediakala disebabkan sel-sel tubuh yang rusak telah diganti dengan sel-sel baru melalui pembelahan sel. Demikian halnya dengan pemutusan ekor pada kadal atau cecak yang dapat pulih kembali. Hal tersebut disebabkan karena terjadi pembelahan sel, pada tempat yang putus tersebut, sehingga panjang ekor akan pulih seperti sediakala (Saktiyono, 2006).
Dalam bidang genetika, mitosis adalah proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatik secara berturut-turut. Proses ini terjadi secara bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan diluar inti sel ( sitokinesis ). Proses ini memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hamper semua organisme ( Crowder, 1997).
Mitosis berlangsung dalam beberapa fase, diantaranya, fase profase, fase metafase, fase anafase, dan fase telofase. Pada fase profase benang-benang kromatin makin menjadi pendek sehingga menjadi tebal. Pada fase metafase ini kromosom-kromosom menempatkan diri di bidang tengah sel. Pada tahap anafase ini sentromer membelah dan dua buah kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju ke kutub sel yang berlawanan. Pada telofase ini di tiap kutub sel sudah terbentuk kromosom yang identik.  Pada proses mitosis dari tiap induk yang diploid (2n) menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid ( Suryo, 2001).


II.                PEMBAHASAN

Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase, metafase, anafase, dan telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan tahap interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:
1.      Profase : pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.
2.      Metafase: pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom /kromatid mudah diamati dan dipelajari.
     


3.      Anafase: pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub-kutub pembelahan sel.
4.      Telofase: pada tahap ini terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti menjadi dua bagian) dan sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).
          
Meiosis (pembelahan reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Meiosis terbagi menjadi dua tahap besar yaitu meiosis I dan meiosis II. Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Pada manusia dan hewan, meiosis terjadi di dalam gonad dan menghasilkan sel gamet seperti spermatosit atau sel telur. Pada tumbuhan, meiosis terjadi pada anthers dan ovaries dan menghasilkan meiospor yang perlahan terdiferensiasi menjadi sel gamet juga.
Pada akar bawang merah proses pembelahan mitosis bisa diamati secara jelas. Selain itu akar bawang merah merupakan jaringan meristem yang sedang tumbuh dengan pesat, sehingga pembelahannya bisa diamati, karena mitosis terjadi secara aktif pada jaringan ini.
Larutan HCL yang digunakan pada saat merendam akar bawang adalah untuk melunakkan akar bawang tersebut agar ketika ditekan ketika akaan diamati tidak mengalami kerusakan. Sedangkan safranin digunakan sebagai pewarna, karena safranin berwarna merah terang. Sehingga mempermudah mengamati proses mitosis yang terjadi.


III.             KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil:
1.      Fase-fase mitosis secara berurutan adalah interfase, profase, metafase, anafase, dan terakhir telofase.
2.      Pada sel eukariota, pembelahan sel terjadi dengan dua cara yaitu, pembelahan meiosis pada sel kelamin dan pembelahan mitosis pada sel tubuh.
3.      Larutan HCl digunakan untuk melunakkan akar bawang yang akan diamati.
4.      Larutan safranin digunakan untuk memperjelas akar bawang agar mudah diamati dan jelas terlihat proses mitosis yang terjadi.
5.      Meiosis terbagi menjadi dua tahap besar yaitu meiosis I dan meiosis II. Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis.

DAFTAR PUSTAKA
Crowder, L1997. Genetika. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Suryati, D. 2007. Pratikum Genetika. Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Suryo. 2001. Genetika. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Saktiyono. 2006. IPA Biology SMP dan MTs Jilid 2. Erlangga, Jakarta.
 Purwanto. 2006. Aglaonema. Kanisius, Yogyakarta
Furqanita, W. 2006. Seri IPA Biologi SMP Kelas VII. Erlangga, Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads Inside Post

Comments system

Disqus Shortname

Flickr User ID